Tak ada yang lebih menggembirakan bagi sebagian besar warga di Kecamatan Situraja kecuali datangnya musim hujan. Bisa dimaklumi, mayoritas mata pencaharian penduduk adalah bertani. Di sebagian daerah di Situraja, menanam kacang tanah (suuk), jagung, kacang putih, biasa dilakukan di pesawahan sebelum curah hujan benar-benar tinggi. Para petani mulai menanam padi jika hujan berkesinambungan, saat mata air resapan, selokan-selokan, sungai-sungai mulai teraliri air secara kontinyu. Dalam setahun kebanyakan cuma sekali dapat berhasil panen dengan mulus. Setelahnya, jika menanam padi lagi berarti untung-untungan. Beruntung jika sampai musim panen padi mereka terairi, jika tidak maka dipastikan gagal panen alias fuso. Hujan tak datang, padi mengering, itulah saat yang memilukan. Mereka yang tak mau mengambil risiko dengan menanam padi untuk yang kedua kalinya (morekat) biasanya memilih menanam palawija lagi seperti ubi jalar (boled). Hanya sedikit wilayah pesawahan di situraja yang dapat ditanami padi sepanjang tahun. Cuma daerah dekat dengan sumber air seperti sungai dan irigasi. Keberadaan irigasi pun sering tak maksimal, semisal irigasi Sentig yang seharusnya sampai ke daerah Sukatali, Cijeler, dan Ambit, kenyataannya hanya sebagian tempat saja yang dapat menikmatinya. Hal ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dengan menempatkan masalah tersebut pada skala prioritas utama, mengingat lahan pertanian adalah sumber kesejahteraan mayoritas warga Situraja. Bertani pada masa sekarang sering dikeluhkan para petani karena mahalnya pupuk dan obat-obatan. Biaya produksi dan tenaga kerja kadang tak sebanding dengan hasil akhir. Bertani tak ubahnya seperti berspekulasi. Ah, siapakah yang tak rindu kampung halaman? Betapa indahnya pesawahan yang menghampar hijau. Betapa riang gembiranya para petani yang memanen padi yang menguning. Lihatlah di sana, di perbukitan, mereka yang berhuma dan bercocok tanam! Akankah pemandangan itu tetap ada saat lahan-lahan mulai menyempit menjadi kumpulan bangunan bertembok dan saat para pemudanya enggan menyentuh tanah? (tulisan ini ditulis dengan ibu jari saja:dari hp)
18 Nov
Situraja
Situraja, Situraja!
Situraja terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Situraja adalah sebuah nama yang demikian bermakna. Ia benar-benar ada. Apapun yang terlihat, terdengar, terasa dan terekam akan meninggalkan jejaknya dalam lintasan sejarah kehidupan.