Sisihkan Doktor Peneliti, Juarai Lomba Komite Sekolah Tingkat Jabar
Kamis, 24 Juli 08 - by : Iko
SUMEDANG, PriOl- Ketua Komite SMAN Situraja, Kab. Sumedang, Rahmat Surahmat menjuarai lomba kinerja komite sekolah tingkat Jawa Barat sehingga ia berhak atas hadiah umroh Gubernur Jawa Barat yang rencananya diberikan pada 5Agustus 2008 mendatang.
Rahmat yang hanya berpendidikan SMA, berhasil menyisihkan Ketua Komite SMAN Satu Bogor yang merupakan doktor peneliti di IPB dan Ketua Komite MAN Cirebon serta ketua komite salah satu SMAN di Karawang yang bergelar S2 pada lomba komite sekolah tingkat Jabar tersebut.
Menurut Rahmat yang menjadi penilaian lomba adalah kinerja komite dalam membantu pengadaan keuangan untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Di tingkat SMA peran serta orang tua dan komite sangat besar dalam membantu biaya operasional sekolah sebab bantuan pemkab sangat minim.
“Kami harus mencari dana operasional pendidikan yang besarnya untuk tahun ini saja (2008/2009-Red) Rp 1 M. Berarti kami harus memberikan sosialisasi yang hebat kepada orang tua siswa agar mereka mengerti akan kebutuhan operasional sekolah,” jelas Rahmat yang sudah 15 tahun berkecimpung di Komite SMAN Situraja.
Dikatakannya, ia berkecimpung di dunia pendidikan tanpa honor dan tanpa imbalan. Rahmat mengaku melakukan hal itu karena merasa dendam. “Saya dendam pada keadaam karena tidak bisa sekolah ke perguruan tinggi dengan alasan ekonomi orang tua yang tidak memungkinkan saat itu,” jelasnya serayab menambahkan dengan dendam itulah Rahmat bercita-cita menyekolahkan anaknya agar menjadi sarjana.
Ketika anaknya bersekolah di SMAN Situraja, Rahmat terpilih menjadi anggota BP3 dan selang satu periode terpilih menjadi ketua. sampai BP3 berubah menjadi komite sekolah.
Ditambahkan Rahmat, beberapa waktu lalu ia sempat akan mengundurkan diri sebab sudah tidak memiliki anak yang bersekolah di SMAN Situraja, namun pihak sekolah keberatan.
“Tapi lamun Akang diijinan mundur ti komite, atuh ayeuna meureun moal bisa umroh,” jelasnya sambil tersenyum.
Rahmat mengaku ia pun sangat kritis kalau ada permintaan biaya dari pihak sekolah. Menurutnya setiap anggaran dalam RAPBS harus jelas penggunaannya, jangan sampai uang yang ditarik dari orang tua siswa hanya menjadi beban tanpa jelas penggunaannya.
Hingga sekarang, komite yang dipimpin Rahmat sudah berhasil membangun 11 ruang kelas berikut mebelernya. Jika dinilai dengan uang, 11 kelas dan mebelernya itu lebih dari Rp 1 miliar.
Priangan tanpa Batas, Fakta tanpa Batas, Priangan Maya Priangan Nyata
Rubrik : Lingkar Sumedang
http://berita.prianganonline.com
Versi Online : http://berita.prianganonline.com/?act=berita&aksi=lihat&id=1051