Pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat Situraja yang dinamis agaknya mengilhami para pemilik modal untuk menangkap peluang usaha dengan mendirikan tempat belanja swalayan di Situraja. Dua buah minimarket yang berafiliasi ke pewaralaba/franchisor besar hadir di Situraja. Setelah KPRI GKS bermitra dengan PT Inti Cakrawala Citra mendirikan Outlet Mitra Indogrosir (Omi minimarket)yang terlebih dahulu beroperasi, kini giliran KSU Sugih Mukti menggandeng PT Sumber Alfaria Trijaya mendirikan outlet waralaba Alfamart di Situraja.
Bagi masyarakat Kecamatan Situraja yang terbiasa belanja keperluan sehari-hari dari minimarket tentu kedua minimarket tersebut dapat membantu kemudahan berbelanja,setidaknya sekarang tidak perlu ke pusat kota di Sumedang. Lain halnya mungkin bagi sebagian pelaku usaha kecil seperti warung,toko kelontongan dan pemilik kios di pasar dengan usaha sejenis, keberadaan kedua minimarket yang dikelola dengan manajemen modern dan modal besar ini boleh jadi menjadi ancaman bagi kelangsungan usaha mereka, apalagi keduanya berada pada jarak radius yang berdekatan. Semoga saja efek persaingan yang saling mematikan tidak terjadi,semuanya dapat hidup berdampingan dengan segmen pasarnya masing-masing. Hal ini tentu sudah terpikirkan jauh secara cermat oleh para pemegang kebijakan pembuat regulasi dan perijinam mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Cukup unik memang keberadaan kedua minimarket yang ada di Situraja ini. Jika kita mau berbelanja ke Omi minimarket maka di gedungnya tertera nama Toko KPRI-GKS dengan tulisan di bawahnya Pewaralaba Omi dan jika berbelanja akan diberikan struk belanja dengan tulisan KPRI GKS Minimarket Jl. Raya Situraja Sumedang yang dilengkapi dengan nomor telepon. Sedangkan kalau ke Alfamart Situraja nama yang tertera pada gedungnya adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Sugih Mukti dan jika kita berbelanja akan diberikan struk belanja dengan tulisan PT.Sumber Alfaria Trijaya Alfamart Situraja Sumedang.
Adanya kedua minimarket ini mungkin nanti di kemudian hari akan diikuti dengan hadirnya minimarket waralaba sejenis atau mungkin juga supermarket dan mal yang lebih besar yang juga menggandeng koperasi seiring dengan meningkatnya tingkat pendapatan dan konsumsi masyarakat Situraja dan sekitarnya.
Usaha-usaha inovatif yang dilakukan Koperasi dalam membangun jaringan dan mengembangkan unit usahanya patut diacungi jempol. Mudah-mudahan keberadaan koperasi dapat menyejahterakan anggotanya dan masyarakat Situraja pada umumnya dan benar-benar dapat menjadi sokoguru perekonomian Indonesia.
Selamat berbelanja!

Penulis: Dede Rudianto,SH

Posted by situraja, filed under Ekonomi. Date: January 25, 2009, 8:24 am | No Comments »

PROFIL BULAN INI
PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA BARAT
Ekspresinya datar saja ketika tim redaksi Mading
mengajaknya berbagi cerita di teriknya siang,
namun sesaat kemudian senyumnya selalu
terkulum di sepanjang perbincangan. Bahkan
matanya tak henti berkedip ketika berkisah
tentang pengalaman2 hidupnya yang cukup
berwarna. Sesekali tangannya mengusap wajah,
namun yaitu tadi senyumnya selalu mengembang.
Hmm… so cool…!
Terlahir di Situraja 51 tahun yang lalu, persisnya
tanggal 14 Agustus 1957 dengan nama
Drs. Toto Suparman
kini sebagai Komandan/Kabid IPP Jabar.
Putra Sumedang tulen jebolan Unpad yang mengaku ‘mateng’ di kampus dari th 1975 sd th 1984(weleh2 betah amat ya, ngapain aja di kampus pak…?), begitu mengidolakan Buya Hamka karena cara berpikirnya yang cerdas, jelas, simple dan aplikatif serta seimbang pula antara urusan dunia dengan akhiratnya. Nama Ali Sadikin juga sempat disebut…’Namun saya sedikit kecewa dengan Bang Ali karena sebagai orang sunda (Sumedang) tidak membesarkan daerah asalnya…!’, tegasnya serius. Tapi masih ada salutnya juga sih, beliau orangnya tegas, bijak dan berani. Lihat saja Jakarta di masa itu…!
“Saya hampir down ketika ayah meninggal, namun melalui dzikir panjang alhamdulillah bisa bangkit kembali”, tuturnya sembari menerawang. Ayahanda dari 3 orang putra putri yang beranjak dewasa (Dery Mustika, Andreansyah dan Sheila Lingga) buah perkawinannya dengan Tintin Kartini (alm) yang juga telah berpulang menghadap Sang Khalik pada Juli 2007, menegaskan bahwa ‘Kehilangan memang sakit namun hidup harus tetap dijalani… jika kita tatap dengan rumit maka akan rumit, maka yakinlah Allah SWT akan memberikan yang terbaik’ ujarnya panjang lebar. Dengan optimisme tersebut dan seiring berjalannya waktu, kini telah hadir pengganti tambatan hati, sang mojang Sumedang Ida Rosyida, yang masih terhitung kerabat mengisi penuh hari2nya di Jl Pelesiran No 82/56 Tamansari Bandung. Keceriaan kembali merona dan binar kebahagiaan pasangan ini rupanya kerap mengaliri orang2 di sekitarnya sehingga banyak yang termehek-mehek dibuatnya…! Hehe… maklum dong ah namanya juga temanten baru.
Awal kariernya dimulai ketika masih berstatus mahasiswa, magang di perusahaan kontraktor dari th 1978 sd 1984 (pantes atuh kuliahnya gak kelar2…!) kemudian hijrah ke BPKP dan muter2 mulai dari Kalbar, Jabar, Sumsel, Sulteng eh balik ke Jabar lagi sampai sekarang.
Bungsu dari 3 bersaudara yg suka tiba2 alergi kalau disuruh nyanyi ini (psst… anehnya seneng banget Ketuk Tilu lho…!) lagi2 berfilsafat bahwa “Hidup adalah tantangan dan perlu kenekatan, probabilitynya sama antara berhasil atau gagal so hadapi segala sesuatu dengan optimis karena pasti ada solusinya, tatap masa depan dengan enjoy”, serunya cepat. Wuaduh…!
Penggemar tutug opak dan tutug oncom yang mengaku emosional dan tidak sabaran sebagai salah satu kelemahan dirinya, “tapi saya bukan tipe pendendam lho…” tambahnya buru-buru, Saya akan marah jika seseorang keluar dari koridornya, tapi dalam menyikapi suatu kebijakan terpaksa harus manut walau sebenarnya tak sesuai dengan hati nurani” ini punya segudang cerita. Ketika tugas di pedalaman Kalimantan dan mendapat undangan dari suku Dayak; “Psstt… itu adalah isyarat untuk ditarik sebagai calon mantu instan alias “paksaan”, tandanya adalah jika lilin yg ada tiba2 mati (nah loe…!) jadi musti hati2, jika tak berkenan tolaklah secara halus” ungkapnya, lagi2 dengan tersenyum penuh arti. Pernah juga selama tugas di daerah transmigrasi mandinya pake aqua galon karena air yg ada tak layak, hahaha…borju ya? Ujarnya sambil tergelak.
Pesannya untuk BPKP : Harus selalu siap berubah, lingkungan juga terus berubah! Jaga integritas, karena yg merusak BPKP ya kita2 juga. Artinya “Kalau mau ngakal yang masuk akal tapi jangan nakal…!! Untuk peningkatan kualitas di IPP, tidak ada lagi temuan yg baru disampaikan menjelang exit confirm alias nodong. Nah loe rekan2 di IPP hati2 lho ya… kalo gak pengen kena jewer Sang Komandan.
Untuk lebih lengkap mengenal sosok profil kita ini yok simak Apa Kata Mereka…?? (Red)
APA KATA MEREKA?
Cukup tegas, tidak egois, banyak toleransi kpd rekan & bawahannya, mudah mengerti keadaan
Pak Toto pindahan dari BPKP di luar jawa, orangnya dari luar mah kelihatannya baik, tapi gak tau ya… (gak kenal banget) soalnya gak pernah ngajak ngobrol siih…
Sosok pejabat yang ramah. Setiap kali bicara selalu diikuti dg senyum dan tawa, tapi dalam penugasan tetap tegas. Kalau tim di luar kota, sering berkunjung dan memberikan arahan atas masalah2 di lapangan. Semoga kesederhanaan dan kedekatannya dgn bawahan dapat tetap dipertahankan
Kalau ada yg tidak sesuai aturan, langsung meledak amarahnya. Tapi kalau sudah colling down, balik seperti semula…. Baiikk sekalee…

sumber: http://www.bpkp.go.id/index.php?idunit=29&idpage=2521

Posted by situraja, filed under Tokoh. Date: January 24, 2009, 11:22 pm | No Comments »