PROFIL BULAN INI
PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA BARAT
Ekspresinya datar saja ketika tim redaksi Mading
mengajaknya berbagi cerita di teriknya siang,
namun sesaat kemudian senyumnya selalu
terkulum di sepanjang perbincangan. Bahkan
matanya tak henti berkedip ketika berkisah
tentang pengalaman2 hidupnya yang cukup
berwarna. Sesekali tangannya mengusap wajah,
namun yaitu tadi senyumnya selalu mengembang.
Hmm… so cool…!
Terlahir di Situraja 51 tahun yang lalu, persisnya
tanggal 14 Agustus 1957 dengan nama
Drs. Toto Suparman
kini sebagai Komandan/Kabid IPP Jabar.
Putra Sumedang tulen jebolan Unpad yang mengaku ‘mateng’ di kampus dari th 1975 sd th 1984(weleh2 betah amat ya, ngapain aja di kampus pak…?), begitu mengidolakan Buya Hamka karena cara berpikirnya yang cerdas, jelas, simple dan aplikatif serta seimbang pula antara urusan dunia dengan akhiratnya. Nama Ali Sadikin juga sempat disebut…’Namun saya sedikit kecewa dengan Bang Ali karena sebagai orang sunda (Sumedang) tidak membesarkan daerah asalnya…!’, tegasnya serius. Tapi masih ada salutnya juga sih, beliau orangnya tegas, bijak dan berani. Lihat saja Jakarta di masa itu…!
“Saya hampir down ketika ayah meninggal, namun melalui dzikir panjang alhamdulillah bisa bangkit kembali”, tuturnya sembari menerawang. Ayahanda dari 3 orang putra putri yang beranjak dewasa (Dery Mustika, Andreansyah dan Sheila Lingga) buah perkawinannya dengan Tintin Kartini (alm) yang juga telah berpulang menghadap Sang Khalik pada Juli 2007, menegaskan bahwa ‘Kehilangan memang sakit namun hidup harus tetap dijalani… jika kita tatap dengan rumit maka akan rumit, maka yakinlah Allah SWT akan memberikan yang terbaik’ ujarnya panjang lebar. Dengan optimisme tersebut dan seiring berjalannya waktu, kini telah hadir pengganti tambatan hati, sang mojang Sumedang Ida Rosyida, yang masih terhitung kerabat mengisi penuh hari2nya di Jl Pelesiran No 82/56 Tamansari Bandung. Keceriaan kembali merona dan binar kebahagiaan pasangan ini rupanya kerap mengaliri orang2 di sekitarnya sehingga banyak yang termehek-mehek dibuatnya…! Hehe… maklum dong ah namanya juga temanten baru.
Awal kariernya dimulai ketika masih berstatus mahasiswa, magang di perusahaan kontraktor dari th 1978 sd 1984 (pantes atuh kuliahnya gak kelar2…!) kemudian hijrah ke BPKP dan muter2 mulai dari Kalbar, Jabar, Sumsel, Sulteng eh balik ke Jabar lagi sampai sekarang.
Bungsu dari 3 bersaudara yg suka tiba2 alergi kalau disuruh nyanyi ini (psst… anehnya seneng banget Ketuk Tilu lho…!) lagi2 berfilsafat bahwa “Hidup adalah tantangan dan perlu kenekatan, probabilitynya sama antara berhasil atau gagal so hadapi segala sesuatu dengan optimis karena pasti ada solusinya, tatap masa depan dengan enjoy”, serunya cepat. Wuaduh…!
Penggemar tutug opak dan tutug oncom yang mengaku emosional dan tidak sabaran sebagai salah satu kelemahan dirinya, “tapi saya bukan tipe pendendam lho…” tambahnya buru-buru, Saya akan marah jika seseorang keluar dari koridornya, tapi dalam menyikapi suatu kebijakan terpaksa harus manut walau sebenarnya tak sesuai dengan hati nurani” ini punya segudang cerita. Ketika tugas di pedalaman Kalimantan dan mendapat undangan dari suku Dayak; “Psstt… itu adalah isyarat untuk ditarik sebagai calon mantu instan alias “paksaan”, tandanya adalah jika lilin yg ada tiba2 mati (nah loe…!) jadi musti hati2, jika tak berkenan tolaklah secara halus” ungkapnya, lagi2 dengan tersenyum penuh arti. Pernah juga selama tugas di daerah transmigrasi mandinya pake aqua galon karena air yg ada tak layak, hahaha…borju ya? Ujarnya sambil tergelak.
Pesannya untuk BPKP : Harus selalu siap berubah, lingkungan juga terus berubah! Jaga integritas, karena yg merusak BPKP ya kita2 juga. Artinya “Kalau mau ngakal yang masuk akal tapi jangan nakal…!! Untuk peningkatan kualitas di IPP, tidak ada lagi temuan yg baru disampaikan menjelang exit confirm alias nodong. Nah loe rekan2 di IPP hati2 lho ya… kalo gak pengen kena jewer Sang Komandan.
Untuk lebih lengkap mengenal sosok profil kita ini yok simak Apa Kata Mereka…?? (Red)
APA KATA MEREKA?
Cukup tegas, tidak egois, banyak toleransi kpd rekan & bawahannya, mudah mengerti keadaan
Pak Toto pindahan dari BPKP di luar jawa, orangnya dari luar mah kelihatannya baik, tapi gak tau ya… (gak kenal banget) soalnya gak pernah ngajak ngobrol siih…
Sosok pejabat yang ramah. Setiap kali bicara selalu diikuti dg senyum dan tawa, tapi dalam penugasan tetap tegas. Kalau tim di luar kota, sering berkunjung dan memberikan arahan atas masalah2 di lapangan. Semoga kesederhanaan dan kedekatannya dgn bawahan dapat tetap dipertahankan
Kalau ada yg tidak sesuai aturan, langsung meledak amarahnya. Tapi kalau sudah colling down, balik seperti semula…. Baiikk sekalee…
sumber: http://www.bpkp.go.id/index.php?idunit=29&idpage=2521